Mencintai dengan Ikhlas

Mencintai sebuah kata yg sering aku ungkapkan…
Ikhlas adalah kata yg sampai saat ini masih kupelajari untuk diwujudkan dengan sempurna…

Maaf kan aku sahabat karena aku belum bisa mencintai dengan ikhlas….
Karena emosi dan nafsu yg tak bisa ku jinakkan…
Karena kamanusiawianku yg banyak celah…
Ah… itu semua mungkin hanya pembenaran…
Karena sebenarnya imankulah yg compang camping…
Berharap balasan yg berlebihan dari apa yg ku lakukan…

Saat ini aku masih dalam proses belajar tentang ikhlas….
Mencintai dengan ikhlas….
Ikhlas, hanya karena Allah saja….
Karena tak ada yg lebih sempurna dari balasan yg Maha Sempurna…
Karena Cinta itu adalah milikNya…..
Karena sebenarnya dapat mencintaimu dan bersahabat denganmu sudah lebih dari cukup untuk bisa ikhlas mencintai….

Advertisements

Masa Depan

Membangun kemampuan untuk MELIHAT MASA DEPAN:

Engkau yang muda dan gelisah karena terbatasnya pandanganmu tentang masa depan, dengarlah ini …

Orang yang tidak meninggikan kedudukan matanya, harus belajar puas dengan pemandangan yang itu-itu saja di bawah sana.

Dan mata yang kau gunakan untuk melihat masa depan – masa yang tidak terlihat oleh mata ragamu itu, adalah mata mental-mu.

Mata mentalmu akan menyempit, merabun, dan bahkan membuta, jika engkau tidak mengisi pikiranmu dengan pengetahuan dan ilmu.

Dengan pengetahuan dan ilmu, engkau akan mampu melihat yang sudah terjadi di masa lalu – tanpa berada di masa lalu, dan memandangi keindahan masa dengan – tanpa menerobos lorong waktu.

Dan yang terpenting, dengan ilmu engkau akan mampu melihat kebesaran yang bisa kau bangun melalui hal-hal sederhana yang hari ini disepelekan oleh orang kebanyakan.

Dengan ilmu, engkau akan lebih menghormati dirimu.

Dan bukankah penghormatanmu kepada dirimu sendiri, adalah syarat bagi penghormatan orang lain kepadamu?

Itu adalah salah satu alasan mengapa orang yang berilmu ditinggikan derajatnya.

Maka, janganlah engkau menjauhi pendidikan.

Jika belajar itu tidak penting bagimu, pasti kekuatan gelap dalam kehidupan ini TIDAK membuatmu malas belajar.

Tapi karena mereka mengetahui bahwa engkau akan menjadi orang besar dan penting di masa depan, mereka berusaha menggagalkanmu dengan membuatmu merasa malas dan merasa sulit mengatasi rasa malas.

Ilmu itu penting bagimu, maka engkau dibuat malas dan bahkan membenci pelajaran.

Kuatkanlah hati dan pikiranmu. Belajarlah dengan baik.

Itulah yang menjadikanmu ditinggikan, untuk duduk-duduk damai dengan sahabat-sahabatmu di atas gunung kehidupan, dan menikmati keindahan dari keluasan benua dan lautan.

Yang kau lihat dengan mata ragamu, tidak lebih penting daripada yang kau lihat dengan mata mentalmu.

Mario Teguh – Loving you all as always

Tak tahu kata apa yang pas untuk mewakili kasih sayangmu….

Tak terpikirkan ucapan apa yang bisa mewakili kesabaranmu…

Tak bisa menemukan balasan yang  sebanding dengan semua yang kau berikan….

Bagaimana aku sekarang,, berkat kasih sayangmu, kesabaranmu,,

serta doa yang tak pernah putus kau panjatkan……….

Aku hanya bisa mengucapkan,,terimakasih banyak atas semuanya…..

Maafkanlah untuk semua kenakalanku,,keegoisanku dan kadang emosiku yang tak terkendali….

Dimanapun aku,, selalu mencintaimu Ibu…

…..Love U Forever….

Masih Tentangku

Hujan,,, malam ini begitu deras rahmat Allah membasahi bumi,,,,,Alhamdulillahirabbil’alamin,…

Diiringi hujan,,,banyak hal di hati ini yang bermain-main….

Dalam beberapa bulan terakhir,, begitu banyak hal yang terjadi,,menumbuhkan begitu banyak rasa,,, cinta, kasih sayang, persahabatan, kadang juga terselip rasa kesal,,sedikit benci yang ku sadari munculnya karena salahnya posisi emosi yg melompat tinggii…

Dalam suatu waktu, dalam sebuah perenungan,,, aku bertekad untuk berusaha selalu memperbaiki diri,,,berusaha membagi energi positif,, berusaha memberikan yg terbaik,,berusaha untuk tidak menyakiti hati orang lain,,,tapi selalu saja aku kadang tak berhasil menjaga emosi,, tak berhasil mengajaknya tuk berdamai,,,untuk  muncul dalam batas yang positif,,,

maka setelah gagal terkontrol,, aku menemui lagi hati2 yang terluka, tergores pedih kadang hanya karena cara bicaraku,, karena kepengecutanku,,intinya mungkin karena ketidakdewasaanku bersikap…

Maafkan aku saudaraku,,, hanya kata itu yang terus bisa ku lontarkan,,, berharap dengan bergulirnya waktu,, aku semakin banyak belajar,, semakin banyak mengerti cara mangerti orang lain,,,

Tak apa kalian mengenalku lewat kesalahanku,, tapi ku harap kalian akan mengenangku dengan kemauanku tuk mencoba belajar memperbaikinya…

Salam sayang untukmu saudaraku,,,,,,,,,

Misteri Hidup

Image

Bismillahirrahmanirrahim….

Berbicara tentang kematian,, artinya berbicara tentang misteri,,, misteri Ilahi,, sama halnya dengan misteri hidup yang lain,, rizki dan juga jodoh,,,

Karena memang ketiga hal itu tak bisa kita prediksi kapan, dimana dan bagaimana dia akan datang,, karena kita hakikatnya manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang lemah,,, yang saat lahir kedunia tidak ada yang kita ketahui bahkan sampai akhir hidup kita didunia ini mungkin hanya  sepersekian persen yang kita ketahui tentang dunia ini…

Malam ini,,, aku diingatkan lagi dengan misteri kematian,, melalui seorang pasien wanita 25 tahun,, tak beda jauh usianya dari ku, sekitar 1 tahun,,  sudah menikah, dan dikaruniai seorang anak yang masih kecil,,

Datang ke IGD pukul 01.30 WIB diantar keluarga dengan keluhan sesak nafas,, penurunan kesadaran,,,. dikatakan bahwa pasien sudah menderita sakit sekitar satu minggu,,, tak begitu jelas apa sakitnya,,,hanya keluarga bilang demam satu minggu kemudian sesak nafas,,.Pemeriksaan awal,,nadi tak teraba, tekanan darah tak terukur,, kemudian pasien kejang,, tak lama setelah itu nafas tak teratur,,dan kemudian jatuh pada keadaan apneu,, Sudah berusaha di resusutasi,,namun mungkin karena memang misteri kematian itu sudah waktunya untuk menampakkan wujud,,,, dia datang tidak akan salah waktu, tidak akan salah tempat,,dan tidak akan salah cara,, karena memang semuanya sudah tercatat dalam kitab yang tersimpan kokoh LAUH MAHFUZ,,,,

Kejadian ini menjadi semacam cambuk bagiku,,, begitu dahsyat,,cukup keras untuk membangunkan keterlenaan ku di dunia ini,,, hidupku yang kadang penuh dengan ketidaksyukuran, berlimpah ketidakikhlasan,,, serta banyak ria kadang dalam melakukan kebaikan,,,sangat baanyak waktu terbuang,,, mungkin dari 24 jam yang disediakan dalam sehari,, hanya seperberpa yang bermanfaat,, selebihnya ?????

Terlalu angkuh kadang diri ini,,, tegap berdiri, tak merasa,,, sudah berapa banyak amal kebaikan yang ku siapkan, yang nanti akan menjadi teman setiaku diakhirat,, penolong satu-satunya,,. Kadang hanya bisa mengeluh hidup ini sering tak bersahabat,, karena memang seringnya akulah yang tidak mau belajar bersahabat dengannya,, tidak mau mengenal tujuan hidup sebenarnya, tidak mau mengalah dan berdamai dengan rasa yang kadang hanya nafsu semata,,, tidak mau sedikit  merendahkan diri,,bersujud untuk berdoa kepada Allah,, karena dialah yang menggennggam hati ini,, yang membolak-balikkan hati ini,

Di sisa waktu yang masih diberikan,,,tak tahu sampai kapan,,, esok hari pun aku tak tau masih bisa menikmati oksigen bebas,, manikmati begitu lezatnya santapan sarapan pagi,, begitu indahnya persahabatan, menyapa saudara-saudara dengan senyum,,tegur sapa,, bercengkrama….Hanya bisa berencana, berharap dan berdoa semoga bisa memanfaatkan waktu  dengan sebaik-baiknya di kesempatan yang masih diberi,, memperbaiki diri tanpa kenal henti,,memohon hidayahNya selalu menaungi,,,meminta teguran dalam setiap keterlenaan duniawi,,,,,

Ampunknlah dosa hambamu ini ya Allah,,yang mungkin tak layak untuk kesurgaMu,, namun tak sanggup kenerakaMU,, Jauhkanlah hamba dari siksa neraka Jahannam yang tiada henti…..

Semoga takdir misteri hidupku hadir pada waktu, tempat dan cara terbaik menurutMu ya Allah,, Amiiiin Ya Rabb…

My Live, My Dream, My Experience, My Everything

Puisi Cinta

Kita, Pantai, Cinta
Puisi dan Syair
7/11/2012 | 21 Dhul-Hijjah 1433 H | Hits: 200
Oleh: Nuri April

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

“Kau di sampingku
Aku di sampingmu
Kata-kata adalah jembatan
Waktu adalah jembatan
Tapi yang mempertemukan
Adalah kalbu yang saling memandang”

Terima kasih Bapak Abdul Hadi W.M.
atas Cinta yang telah kau tuangkan entah di manuskrip ke-berapa
Lagi-lagi, Cinta-mu mengingatkanku pada getaran
paling pasti dalam hidup: perselisihan
antara si kaya dan si miskin, si besar dan si kecil, si tua dan si muda, atau mereka yang sebaya.

Saat raga-raga mendekat lalu kikuk dan saling menghindar
Saat senyum terasa hambar dan sapa tak ubahnya udara terberat
di atmosfer hangat kerabat
Tak heran, bila seorang (S)alim di jalan Tuhan-nya, pernah bilang:

“Karena saat ikatan melemah, saat keakraban merapuh, saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai.
Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita,
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil,
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja, tentu terlebih sering,
… imankulah yang compang-camping…” (Salim A. Fillah)

Kini aku tahu, Bapak, maksud baris akhir puisi Cinta-mu
tentang kunci yang mempertemukan
dari kalbu yang saling memandang
di arah yang tak kau jelaskan.

di arah sini. Di kalbu masing-masing
yang pada akhirnya
akan menjelma:
satu sama lain

Maka
aku, kau, dan semua akan tahu
bahwa jarak yang menjembatani kita hanyalah kerikil-kerikil
yang menunggu untuk dihantam
oleh kepalan tangan kita sendiri

“Jangan biarkan sebutir pasir retak dan pecah, ia akan menjadi debu. Tetapi, biarlah pantai bergurat-gurat dibantai angin dan gelombang. Ia akan tetap pantai…”

Begitu Sutardji Calzoum Bachri pernah berpetuah, tentang seorang penyair yang kesal karena arti dari puisi yang ditulisnya berubah: gara-gara huruf yang salah cetak.

“Engkau menulis untuk sesuatu salah cetak…” begitu Bapak Sutardji melanjutkan.

Menulis untuk salah cetak kehidupan
Menulis karena adanya kemiskinan, pengkhianatan, kesedihan, ketidakadilan…

“Kalau itu adalah karya besar, ia tetap saja karya besar
walau telah dibikin salah cetak, bahkan oleh waktu…”

Begitu Bapak Sutardji kembali mengingatkan.
Ya, Bapak… seperti sehampar pasir
yang akan tetap menjadi pantai… begitu bukan?

“Biarlah pantai bergurat-gurat dibantai angin dan gelombang. Ia akan tetap pantai…”

Maka persahabatan
atau persaudaraan, begitu aku lebih suka menyebutnya
adalah maha karya dari Sang Pencipta. Untuk Kita.
Ia akan tetap maha. Ia selalu jadi mega. Meski rintik-rintik hujan sering menutupinya

Maka kenapa kita tidak menari saja
diiringi lagu Melly Goeslaw juga tidak apa
seperti Cinta dan teman-temannya, di layar lebar yang entah kenapa judulnya:
menanyakan kabarnya

Atau mari kita duduk saja
melingkar sambil mendengar dawai gitar dipetik
menyimak bebait puisi dari Rako Prijanto dialun
seperti yang dilakukan Cinta
kepada teman-temannya:

“Ketika tunas ini tumbuh
serupa tubuh yang mengakar
setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
bersatu dalam jubah terpautan
tangan kita terikat
lidah kita menyatu
maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. di luar itu pasir di luar itu debu
hanya angin meniup saja
lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
menari cuma kita yang tau
Jiwa ini tandu
maka duduk saja
maka akan kita bawa
semua
karena…
kita..
adalah…
SATU”

Aku ingin memandang kita. Aku ingin menjelma pantai di pinggir samudera. Aku ingin menjadi CINTA.

from: dakwatuna..

oh…i love You

oh…i love You

by Elvira Rosana on Saturday, May 23, 2009 at 6:50pm · semut merah itu bergerombol mendekati potongan buah semangka yg terbuang Tida tau apa karna sengaja dibuang atau terjatuh.. Bukan masalah semngka yang akan ku tulis disini… …………….. Langit hari ini begitu cerah… langit., aku salah satu orang yg suka melihat langit… seakan-akan mereka menghipnots pkranku.. dg keindahannya pkranku jd yenang, takjub dan WAH.. Mungkin bagi sebagian orang kebiasaanku sangat aneh,,, apa yg indah ? Langitkan begitu-begitu saja.. ada awan dan begitu-begitu saja… Tapi bebeda enganku.. Justru bagiku langiit yg dihiasi awan-awan yg begita banyak macam bentuknya membuatku bgtu tenang, bgt bersemangat…. Apa karena letak langit itu di atas, sehingga tiap kali aku melihatnya, aku akan mendongakkan kepala..katanya nih posisi kepala seperti ini membawa energi (+) pd kita.. (tips bwt teman-tman yg lg BT: tundukkan kepala lalu tiba-tiba rubah pposisi kepala mendongak n jgn lp dengan mengepalkan tangan, blg Allahuakbar !!!) Sebaliknya saat kita menundukkan kpala.. akan mengubah perasaan kita seketika menjadi sedih (mknya org muhasbah di suruh untuk menunduk) Kembali ke masalah langit.. Lebih banyak lagi pelajran yg bisa kita ambil dr melihat lgit.. Salah satunya dengan melihat langit… kita akan mrsakan dunia ini bgt luas.. kita tdk bisa melihat batas disna.. Begitu juga yang kurasakan pd drku dan lingkunganku.. Apa yg ku;lakukan sekrg ini blm ada apa-apanya.. Masih luas lg yg bs kulakukan.. Masih banyak lg prestsi yg bisa di toreh.. Begitu banyak ksmptan itu.. bgtu luas harapan itu.. Untuk mencpai yg lebih dan lebih lg… Baik prestasi dunia maupun prestasi akhirat tentunya.. Peljran yg berharga lg saat melihat langit bgku… begtu banyak dan melimpah nikmat Allah yg diberikan kpd umatnya (bs kita rsakan sendiri).. salah satunya tanpa langit ya koita tidak bs menginjakkan kaki di bumi.. karena memang langit yg membatasi kita dari sinar matahsri langsung.. yg bisa membkar kulit kita… Mak sbenarnya sudah sepatutnyalah kita bersyukur… “Kami berikan kepadamu nikmat penglihatan, pendengran, hati nurani tp sedikit sekali kamu bersyukur” walaupun semua pohon menjadi pena dan lautan titanya dan ditambah sebanyak itu lagi… Sungguh belum akan cukup untuk menuliskan nikmat Allah… mar bersyukur… I love see sky..