Archive for October, 2012

Dia Sahabatku…

“ada rasa yg sll menggganjal jika mengetahui seseorang yg biasanya dekat dg kita,mulai menemukan dunianya sendiri tanpa kita..
mungkin dia menemui sahabat baru,atau cara baru untuk berbagi rasa suka dan dukanya.
ah..terlalu egois diri ini memang..
tidak ada hak untuk sll mmonopoli kisah hidupnya..
saatnya diri ini belajar dewasa,,menerima segala takdir hidup ini dg ikhlas..
Dia yang Maha Tahu mngerti smpai dimana kita mampu untuk kehilangan..
toh sampai saat ini masih banyak kesempatan untuk mendengarkan keluh kesahnya,bertemu,dan masih diberi nikmat berupa saling mengingatkan demi kebaikan..
Bukankah saat ini,saat tidak sll bersama, dia justru lebih dewasa menghadapi hidup dan kehidupannya?
semua garisan ini tidak akan ada yg sia2..
banyak pelajaran yg bs diambil dengan kebersamaan masa lalu,,bahkan itu merupaakan episode kehidupan yg mmberikan goresan sangat dalam bagiku..
untuk sahabatku,kakaku,adekku,guruku,dan semua perannya untukku..jazakillah khairan katsiran..
episode kehidupan masih sangat panjang,,
didunia yang akan kita rasakan sesaat pagi atau petang sja nantinya,akan banyak yg akan kita lalui..
semoga ukhuwah ini terjaga slalu,semoga kelalaian masa lalu diberi ampunan,,semoga kita dikumpulkan di surga nanti..amiin ya Rabb..”

Itulah kutipan kata-kata dari seorang sahabat untuk sahabat yang dicintainya InsyaAllah karena Allah,,Kata-kata itu mungkin begitu saja mengalir dipikrannya yang mebimbibing tangannya untuk menggoreskannya dalambentuk tulisan,,,sesaat dia membaca postingan terakhirku di blog ini,,Sebenarnya sudah dari tadi malam ku membacanya,,saat ia kirim ke ponselku melalui WA,,Dan ternyata pagi ini dia mengirimkannya kembali mealaui message di FB,, Bukan aku tak mau membalasnya,, ataupun sekedar mengomentarinya,,karena memang sesaat setelah aku membacanya,, tak terasa,,butiran bening keluar dari sudut-sudut mataku,,tak sanggup membendungnya,, Ku baca ulang kembali,berkali-kali,,hal yang sama pun terjadi padaku..

Sahabat sebegitu dalamnya sayangmu padaku,, Walaupun seringkali aku menyakiti hatimu,,dengan sikap kekanak-kanakan ku,,dengan semua kekuranganku…

Sebagai seorang sahabat,,dalam engkau telah mencapai pada tingkatan ukhwah yang paling tinggi,, yaitu itsar,, sangat susah memang menemukan orang yang mendahulukan kepentingan sahabatnya dibandingkan dengan kepentingannya sendiri,, dan itu kutemui di dirmu,,sepanjang perjalanan kehidupan yang kulalui denagnmu,, maka kaulah yang terbanyak mengalah diantara kita…

Maafkan sahabatmu ini sahabat,, karena memang belum bisa menjadi sahabat sepertimu,,terimakasihkau telah menjadi sosok untuk menjadi seorang sahabat yang baik,,walaupun mungkin sampai nanti aku takkaan bisa sepertimu,, aku selalu berdoa semoga kita akan terus menjadi saudara di dunia dan sampai ke surganya,, Amiinnn….

Belajar Menuliskan Perasaanku

Kehidupanku yang masih sendiri,,,Serengkali membuatku mencari tempat untuk membagikan perasaan yang sedang ku rasakan,,,Karena mungkin memang sudah menjadi fitrah  manusia,, hidup itu hakekatnya berbagi,,walaupun memang sebnaranya yang ingin ku bagikan hanya berupa cerita, cerita tentang perasaanku, tentang hidupku..

Sebenarnya dalam perjalanan hidupku,, terutama saat aku mulai merasakan hakekat kehidupan itu sendiri,, sudah mulai beranjak menuju pendewasaan diri,, aku mulai merasakan bahwa aku membutuhkan teman untuk berbagi,,maka disetiap potongan episode kehidupanku,, ada teman yang mungkin tidak bisa di bilang terlalu dekat,, tapi teman yang terlalu baik untuk mendengarkan cerita-ceritaku, keluh kesahku,, menemani kekanak-kanakanku menuju proses pendewasaan…. Thanks for my best friend..

Saat ini,, aku mulai menyadari bahwa kadang aku sedikit atau malah terlalu egois karena memaksakan keluhku didengarkan,, tanpa memikirkan kesibukan dan suasana hati orang yang mendengarkan keluhku.. Mungkin sudah terlalu banyak keluku melukai rasanya,,, ah,,maaf kan aku teman…

Mungkin untuk mengurangi itu semua,,setelah dipikirkan ,, menulis adalah salah satu cara yang bisa kupilih untuk meluapkan rasa,, ya melalui blog ini mungkin aku bisa berbagi,,berbagi keluh kesah,, berbagi yang tak ada perasaan yang harus dipertimbangkan,, tak ada kata yang harus disaring,, karena memang tak akan ada rasa yang tersentuh dengan keluhku,,meskipun memang tak akan ada respon yang ku dapatkan,, setidaknya aku telah meluapkannya semua,, dan bisa ku baca ulang sebagai kenangan dan pembelajaran,,,

semoga aku bisa terus menuliskannya,,,Perasaanku….

Aku dan Mereka

Aku dan Mereka

Bismillahirrahmannirrahim……..

Alhamdulillah aku diberi nikmat yang begitu besar, yaitu kehidupan yang sekarang ku jalani hingga sampai pada saat ini,,,yang sejatinya hidup di dunia adalah stasiun menuju kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang abadi di akhirat sana…

Saat ini aku ingin menuliskan sedikit kisah potongan hidupku diusia puncaknya untuk belajar menuju pribadi yang dewasa, dewasa dalam mengambil sikap dalam lika-liku masalah kehidupan,,, hingga nantinya tak tersesat di jalan yang akan membawa pada kesudahan yang semua orang tidak mengharapkannya…

Inilah sedikit kisahku,, sekarang hampir genap 4 bulan aku menjalani program internship di salah satu kabupaten di Sumtra Barat.. mengaplikasikan ilmu yang pernah ditimba waktu kuliah dulu dan tentunya terus belajar dan belajar,,

Dalam pembelajaran itu pula aku banyak berinteraksi dengan orang lain, tentunya juga dengan pasien dan keluarganya,,, dalam kesempatan ini aku ingin menggoreskan sedikit kata tentang beberapa pasien yang aku rawat dan akhirnya harus menemui Allah terlebih dahulu..innalillahi wainnailaihi roji’un..

Pasien pertama, perempuan usia 30an, masuk dengan diagnosis krisis tyroid dan TB paru,, di IGD pasien ditangani dengan semaksimal mungkin dan akhirnya dirawat di bangsal interne,, pasien sempat dirawat 3 hari,,. Pada rawatan hari pertama pasien, alhamdulillah sesak nafas berkurang,, tapi pada rawatan hari kedua keadaan pasien semakin memburuk, kesadaran semakin menurun dan dianjurkan untuk dirujuk ke RS yang lebih baik,, tapi keluarga menolak untuk dirujuk, tidak begitu jelas alasannya…hari ketiga dirawat, tidak ada satupun yang tahu itulah hari terakhir dia menatap dunia,, hari kesempatan terakhirnya untuk memperjuangkan kehidupan berikutnya,, tepat pukul 12.00 WIB, dia telah pergi meninggalkan dunia yang fana ini.., dan aku mengetahui kabar ini hari besoknya,,itulah sedikit kisah pasienku pertama ini..

Pasien kedua, laki-laki, usia 70an,, datang dengan sesak nafas, dan di diagnosis sementara susp PPOK,, sesak yang begitu hebat dialami pasien ini begitu menyiksanya, semua tindakan untuk mengurangi sesak telah dilakukan, tapi memang sayang disini tidak ada pemeriksaan analisa gas darah, maka hanya oksigen biasa yang bisa diberikan,, tidak seperti pasien sebelumnya,, pasien ini tidak begitu lama menjalani perawatan di rumah sakit, karena memang sekitar jam 00.15 WIB hari saat masuknya,, pasien telah pergi menjemput janjinya,,.. lagi-lagi aku mendengar beritanya besok paginya saat aku ingin melihat keadaannya…

Pasien ketiga,, laki-laki, usia 50an,, lagi-lagi datang dengan sesak nafas,, kalo dilihat kembali ketiga pasien ini datang dengan keluhan yang sama,, sesak nafas, memang begitu besar nikmat yang diberikan Allah, nafas saja salah satunya,,yang bisa kita rasakan masing-masing…Nah, pasien ketiga ini didiagnosis dengan efusi pleura dextra n CHF fungsional kelas IV,, hari itu juga dilakukan pemasangan WSD cito untuk mengatasi efusinya, saat itu aku berkesempatan melihat saat pasien dipasang WSD, berharap banyak semoga bisa lebih baik prognosisnya,,hari pertama rawatan setelah pasang WSD alhamdulillah pasien merasa sesak berkurang walaupun WSD sempat bermasalah,,Hari kedua dirawat, tak disangka keadaan pasien semakin memburuk, kesadaran menurun,, tak tau apa rencana Allah yang telah tertulis sebenarnya pada pasien ini,, pasien dianjurkan dirujuk,, setelah di jelskan keadaannya,, tapi keluarga menolak,, itu yang kudengar dari dokter ruangan interne,,,dan Besok pagi lagi-lagi aku mendengar bahwa pasien tersebut telah meninggalkan semuanya di dunia ini, harta-benda, kelurga dan semuanya,,, Memang bila waktu itu telah memanggil, tak ada yang dapat menolaknya,, tp dibalik itu semua semoga memang saat  itulah saat yang tepat untuknya menemui yang Kuasa..

Pasien keempat,, laki-laki, usia 80an,, datang saat subuh dengan penurunan kesadaran GCS 8 dan susp syok kardiogenik dan mungkin saja banyak faktor lain yang belum diketahui mengingat usia beliau yang sudah tua,, saat di IGD juga, dianjurkan untuk di rujuk karena keadaan pasien sudah berat,, tapi keluarga sangat lambat mengambil keputusan,,sempat aku besitegang dengan keluarga , cepatlah ambil keputusan karena kondisi semakin lama akan semakin memburuk,, keluarga tetap diam,, bingung,,, dan yang menjadi masalah adalah masalah uang, tidak ada uang untuk pergi,,akhirnya pasien dirawat saja dengan penatalaksanaan semaksimal mungkin yang bisa dilakukan di RS tipe C ini,, Keadaan pasien aku ikuti sampai di bangsal, sampai terpasang semua tindakan yang harus dilakukan,,,Berbeda memang dengan pasien sebelumnya,, pada pasien ini aku sempat berbicara dengan keluarganya untuk memberikan semangat, walaupun harapan itu sangat kecil, sempat untuk mengajak mereka untuk membisikkan kalimat thoyibah kepada pasien, mangajak untuk berdoa n mengingatkan untuk mengerjakan sholat dhuha untuk meminta pertolonganNya dan menganjurkan untuk memaafkan semua dosa-dosa pasien,,,aku berharap lebih, adanya keajaiban untuk pasien ini bisa bertahan lebih lama,, tapi takdir berkata lain,, sore harinya pasien menghembuskan nafas terakhinya, sekitar pukul 16.30 WIB,,, memang, janjiNya tepat, tidak akan meleset walau sedetik pun,,, semuanya  telah tercatat di lauh mahfuz…

Itulah sedikit cerita “Aku dan Mereka”,, cerita yang begitu banyak pelajaran di dalamnya,,,

Mereka telah menyelesaikan kisahnya di stasiun ini,, dan aku tidak tahu pasti bagaimana mereka mengisi kehidupan yang sementara ini,,,

Untuk keluarga yang ditinggalkan,, “Semua kehilangan itu menyakitkan,, Namun, apapun bentuk kehilangan itu, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi, bukan dari sisi yang ditinggalkan”. Mereka yang telah pergi mungkin itulah saat yang terbaik untuknya,, untuk bertemu Sang Kuasa,,,

Untuk kita yang masih diberi kesempatan mengisi bekal kita,, hidup ini  berwarna,, hitam putih hidup ini,, semuanya pernah kita lakukan karena kita memang manusia biasa yang penuh dengan khilaf,, tapi ingat semua yang kita lakukan itu tercatat dalam catatan amal kita,, kalo kita mengingat kembali semua hal keliru yang pernah kita lakukan, ingin rasanya kembali pada waktu itu dan memperbaiki semuanya,, namun waktu takkan berhenti dan detik itu takkan kembali,,, Satu hal yang bisa kita lakukan selagi diberi kesempatan adalah bertaubat “Taubatan Nasuha”, taubat sebenar-benar taubat,,,.. Allah Maha Pengasih dan Maha Penerima Taubat…

Tahukah kita bahwa senangnya Allah menyambut hambanya yang bertaubat, lebih senang dari orang yang menemukan kembali benda yang paling dicintainya yang hilang,, begitu senangnya bukan???!!! Dan Allah menyediakan pintu taubat itu lebih luas dari bumi dan langit ini…

Kini, aku, kita semua, masih dalam stasiun ini, stasiun kehidupan dunia, stasiun menuju kehidupan sebenarnya,,memang hidup kadang terasa menyakitkan tapi selama kita bisa bersabar menunggu hikmah dibalik semuanya,,semuanya akan kita syukuri akhirnya,,karena Dia lebih mengetahui apa yang kita butuhkan… Mari kita kembali memperbaiki niat setiap akan melangkah mengisi bekal kita..

 

_My Live, My Dream, My experience, My Everything_

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!