Aku dan Mereka

Bismillahirrahmannirrahim……..

Alhamdulillah aku diberi nikmat yang begitu besar, yaitu kehidupan yang sekarang ku jalani hingga sampai pada saat ini,,,yang sejatinya hidup di dunia adalah stasiun menuju kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang abadi di akhirat sana…

Saat ini aku ingin menuliskan sedikit kisah potongan hidupku diusia puncaknya untuk belajar menuju pribadi yang dewasa, dewasa dalam mengambil sikap dalam lika-liku masalah kehidupan,,, hingga nantinya tak tersesat di jalan yang akan membawa pada kesudahan yang semua orang tidak mengharapkannya…

Inilah sedikit kisahku,, sekarang hampir genap 4 bulan aku menjalani program internship di salah satu kabupaten di Sumtra Barat.. mengaplikasikan ilmu yang pernah ditimba waktu kuliah dulu dan tentunya terus belajar dan belajar,,

Dalam pembelajaran itu pula aku banyak berinteraksi dengan orang lain, tentunya juga dengan pasien dan keluarganya,,, dalam kesempatan ini aku ingin menggoreskan sedikit kata tentang beberapa pasien yang aku rawat dan akhirnya harus menemui Allah terlebih dahulu..innalillahi wainnailaihi roji’un..

Pasien pertama, perempuan usia 30an, masuk dengan diagnosis krisis tyroid dan TB paru,, di IGD pasien ditangani dengan semaksimal mungkin dan akhirnya dirawat di bangsal interne,, pasien sempat dirawat 3 hari,,. Pada rawatan hari pertama pasien, alhamdulillah sesak nafas berkurang,, tapi pada rawatan hari kedua keadaan pasien semakin memburuk, kesadaran semakin menurun dan dianjurkan untuk dirujuk ke RS yang lebih baik,, tapi keluarga menolak untuk dirujuk, tidak begitu jelas alasannya…hari ketiga dirawat, tidak ada satupun yang tahu itulah hari terakhir dia menatap dunia,, hari kesempatan terakhirnya untuk memperjuangkan kehidupan berikutnya,, tepat pukul 12.00 WIB, dia telah pergi meninggalkan dunia yang fana ini.., dan aku mengetahui kabar ini hari besoknya,,itulah sedikit kisah pasienku pertama ini..

Pasien kedua, laki-laki, usia 70an,, datang dengan sesak nafas, dan di diagnosis sementara susp PPOK,, sesak yang begitu hebat dialami pasien ini begitu menyiksanya, semua tindakan untuk mengurangi sesak telah dilakukan, tapi memang sayang disini tidak ada pemeriksaan analisa gas darah, maka hanya oksigen biasa yang bisa diberikan,, tidak seperti pasien sebelumnya,, pasien ini tidak begitu lama menjalani perawatan di rumah sakit, karena memang sekitar jam 00.15 WIB hari saat masuknya,, pasien telah pergi menjemput janjinya,,.. lagi-lagi aku mendengar beritanya besok paginya saat aku ingin melihat keadaannya…

Pasien ketiga,, laki-laki, usia 50an,, lagi-lagi datang dengan sesak nafas,, kalo dilihat kembali ketiga pasien ini datang dengan keluhan yang sama,, sesak nafas, memang begitu besar nikmat yang diberikan Allah, nafas saja salah satunya,,yang bisa kita rasakan masing-masing…Nah, pasien ketiga ini didiagnosis dengan efusi pleura dextra n CHF fungsional kelas IV,, hari itu juga dilakukan pemasangan WSD cito untuk mengatasi efusinya, saat itu aku berkesempatan melihat saat pasien dipasang WSD, berharap banyak semoga bisa lebih baik prognosisnya,,hari pertama rawatan setelah pasang WSD alhamdulillah pasien merasa sesak berkurang walaupun WSD sempat bermasalah,,Hari kedua dirawat, tak disangka keadaan pasien semakin memburuk, kesadaran menurun,, tak tau apa rencana Allah yang telah tertulis sebenarnya pada pasien ini,, pasien dianjurkan dirujuk,, setelah di jelskan keadaannya,, tapi keluarga menolak,, itu yang kudengar dari dokter ruangan interne,,,dan Besok pagi lagi-lagi aku mendengar bahwa pasien tersebut telah meninggalkan semuanya di dunia ini, harta-benda, kelurga dan semuanya,,, Memang bila waktu itu telah memanggil, tak ada yang dapat menolaknya,, tp dibalik itu semua semoga memang saat  itulah saat yang tepat untuknya menemui yang Kuasa..

Pasien keempat,, laki-laki, usia 80an,, datang saat subuh dengan penurunan kesadaran GCS 8 dan susp syok kardiogenik dan mungkin saja banyak faktor lain yang belum diketahui mengingat usia beliau yang sudah tua,, saat di IGD juga, dianjurkan untuk di rujuk karena keadaan pasien sudah berat,, tapi keluarga sangat lambat mengambil keputusan,,sempat aku besitegang dengan keluarga , cepatlah ambil keputusan karena kondisi semakin lama akan semakin memburuk,, keluarga tetap diam,, bingung,,, dan yang menjadi masalah adalah masalah uang, tidak ada uang untuk pergi,,akhirnya pasien dirawat saja dengan penatalaksanaan semaksimal mungkin yang bisa dilakukan di RS tipe C ini,, Keadaan pasien aku ikuti sampai di bangsal, sampai terpasang semua tindakan yang harus dilakukan,,,Berbeda memang dengan pasien sebelumnya,, pada pasien ini aku sempat berbicara dengan keluarganya untuk memberikan semangat, walaupun harapan itu sangat kecil, sempat untuk mengajak mereka untuk membisikkan kalimat thoyibah kepada pasien, mangajak untuk berdoa n mengingatkan untuk mengerjakan sholat dhuha untuk meminta pertolonganNya dan menganjurkan untuk memaafkan semua dosa-dosa pasien,,,aku berharap lebih, adanya keajaiban untuk pasien ini bisa bertahan lebih lama,, tapi takdir berkata lain,, sore harinya pasien menghembuskan nafas terakhinya, sekitar pukul 16.30 WIB,,, memang, janjiNya tepat, tidak akan meleset walau sedetik pun,,, semuanya  telah tercatat di lauh mahfuz…

Itulah sedikit cerita “Aku dan Mereka”,, cerita yang begitu banyak pelajaran di dalamnya,,,

Mereka telah menyelesaikan kisahnya di stasiun ini,, dan aku tidak tahu pasti bagaimana mereka mengisi kehidupan yang sementara ini,,,

Untuk keluarga yang ditinggalkan,, “Semua kehilangan itu menyakitkan,, Namun, apapun bentuk kehilangan itu, ketahuilah, cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi, bukan dari sisi yang ditinggalkan”. Mereka yang telah pergi mungkin itulah saat yang terbaik untuknya,, untuk bertemu Sang Kuasa,,,

Untuk kita yang masih diberi kesempatan mengisi bekal kita,, hidup ini  berwarna,, hitam putih hidup ini,, semuanya pernah kita lakukan karena kita memang manusia biasa yang penuh dengan khilaf,, tapi ingat semua yang kita lakukan itu tercatat dalam catatan amal kita,, kalo kita mengingat kembali semua hal keliru yang pernah kita lakukan, ingin rasanya kembali pada waktu itu dan memperbaiki semuanya,, namun waktu takkan berhenti dan detik itu takkan kembali,,, Satu hal yang bisa kita lakukan selagi diberi kesempatan adalah bertaubat “Taubatan Nasuha”, taubat sebenar-benar taubat,,,.. Allah Maha Pengasih dan Maha Penerima Taubat…

Tahukah kita bahwa senangnya Allah menyambut hambanya yang bertaubat, lebih senang dari orang yang menemukan kembali benda yang paling dicintainya yang hilang,, begitu senangnya bukan???!!! Dan Allah menyediakan pintu taubat itu lebih luas dari bumi dan langit ini…

Kini, aku, kita semua, masih dalam stasiun ini, stasiun kehidupan dunia, stasiun menuju kehidupan sebenarnya,,memang hidup kadang terasa menyakitkan tapi selama kita bisa bersabar menunggu hikmah dibalik semuanya,,semuanya akan kita syukuri akhirnya,,karena Dia lebih mengetahui apa yang kita butuhkan… Mari kita kembali memperbaiki niat setiap akan melangkah mengisi bekal kita..

 

_My Live, My Dream, My experience, My Everything_

Advertisements