“ada rasa yg sll menggganjal jika mengetahui seseorang yg biasanya dekat dg kita,mulai menemukan dunianya sendiri tanpa kita..
mungkin dia menemui sahabat baru,atau cara baru untuk berbagi rasa suka dan dukanya.
ah..terlalu egois diri ini memang..
tidak ada hak untuk sll mmonopoli kisah hidupnya..
saatnya diri ini belajar dewasa,,menerima segala takdir hidup ini dg ikhlas..
Dia yang Maha Tahu mngerti smpai dimana kita mampu untuk kehilangan..
toh sampai saat ini masih banyak kesempatan untuk mendengarkan keluh kesahnya,bertemu,dan masih diberi nikmat berupa saling mengingatkan demi kebaikan..
Bukankah saat ini,saat tidak sll bersama, dia justru lebih dewasa menghadapi hidup dan kehidupannya?
semua garisan ini tidak akan ada yg sia2..
banyak pelajaran yg bs diambil dengan kebersamaan masa lalu,,bahkan itu merupaakan episode kehidupan yg mmberikan goresan sangat dalam bagiku..
untuk sahabatku,kakaku,adekku,guruku,dan semua perannya untukku..jazakillah khairan katsiran..
episode kehidupan masih sangat panjang,,
didunia yang akan kita rasakan sesaat pagi atau petang sja nantinya,akan banyak yg akan kita lalui..
semoga ukhuwah ini terjaga slalu,semoga kelalaian masa lalu diberi ampunan,,semoga kita dikumpulkan di surga nanti..amiin ya Rabb..”

Itulah kutipan kata-kata dari seorang sahabat untuk sahabat yang dicintainya InsyaAllah karena Allah,,Kata-kata itu mungkin begitu saja mengalir dipikrannya yang mebimbibing tangannya untuk menggoreskannya dalambentuk tulisan,,,sesaat dia membaca postingan terakhirku di blog ini,,Sebenarnya sudah dari tadi malam ku membacanya,,saat ia kirim ke ponselku melalui WA,,Dan ternyata pagi ini dia mengirimkannya kembali mealaui message di FB,, Bukan aku tak mau membalasnya,, ataupun sekedar mengomentarinya,,karena memang sesaat setelah aku membacanya,, tak terasa,,butiran bening keluar dari sudut-sudut mataku,,tak sanggup membendungnya,, Ku baca ulang kembali,berkali-kali,,hal yang sama pun terjadi padaku..

Sahabat sebegitu dalamnya sayangmu padaku,, Walaupun seringkali aku menyakiti hatimu,,dengan sikap kekanak-kanakan ku,,dengan semua kekuranganku…

Sebagai seorang sahabat,,dalam engkau telah mencapai pada tingkatan ukhwah yang paling tinggi,, yaitu itsar,, sangat susah memang menemukan orang yang mendahulukan kepentingan sahabatnya dibandingkan dengan kepentingannya sendiri,, dan itu kutemui di dirmu,,sepanjang perjalanan kehidupan yang kulalui denagnmu,, maka kaulah yang terbanyak mengalah diantara kita…

Maafkan sahabatmu ini sahabat,, karena memang belum bisa menjadi sahabat sepertimu,,terimakasihkau telah menjadi sosok untuk menjadi seorang sahabat yang baik,,walaupun mungkin sampai nanti aku takkaan bisa sepertimu,, aku selalu berdoa semoga kita akan terus menjadi saudara di dunia dan sampai ke surganya,, Amiinnn….

Advertisements